Copyright © Blue Flash
Design by Dzignine

RISOLERS KLATEN

Kamis, 09 Oktober 2014

Pertama Kali Lihat Mahkluk Astral

Cerita: Ph. Angga Purenda

           
Ilustrasi: Bayangan Hitam
Rubrik “Pengalaman Mistis” ini dibuat untuk menampung segala pengalaman saya bersama mahkluk astral. Sebenarnya banyak sekali pengalaman yang saya miliki bersama sosok yang tak terlihat oleh mata ini, tapi hanya saya pendam saja. Terlebih lagi sudah terlalu menumpuk cukup banyak cerita mistis yang saya simpan, sayang sekali kalau tidak dibagikan ke kalian. Makanya itu lewat blog ini saya ingin berbagi dengan kalian mengenai pengalaman mistis yang saya alami selama ini.
Pengalaman mistis kali ini diawali dari pertama kalinya saya melihat yang namanya mahkluk astral di usia 5 tahun. Saya masih ingin betul jika kejadian terjadi pukul 01.00 WIB di tahun 1996 tepatnya di rumah kecil saya di Perumahan Griya Prima di blok Timur di Kota Klaten. Sedikit gambaran saja jika perumahan Griya Prima ini merupakan proyek perumahan yang sudah berdiri sejak 1991 dan dibagi dalam empat blok/bagian yaitu Barat, Timur, Selatan dan Utara. Nah rumah saya dibagian timur tepatnya di pojok lapangan tenis, memang perumahan ini memiliki fasilitas tenis lapangan di bagian tengahnya.

Nikmatnya Internet Pizza

Cerita & Foto: Ph. Angga Purenda
           
Interbet Pizza dengan parutan keju
Bosen cemilan dirumah itu-itu aja?, nggak ada salahnya lho kalian nyobain buat internet pizza. Nah apa itu internet pizza? pasti kalian merasa asingkan dengan nama cemilan yang satu ini. Yap, internet pizza itu indomie telur kornet yang dimasak seperti pizza. Masih bingung? Yuk kita langsung buat aja seperti yang pernah saya lakukan beberapa waktu lalu juga. Siapkan dulu aja bahan-bahannya:
  1. Telur 3 butir
  2. Kornet (satu kaleng kecil)
  3. Cabe Merah Kriting (3-5)
  4. Bawang Merah (3-5 siung)
  5. Mie Instan (1 bungkus)
  6. Garam dan Lada
Cara Membuatnya:
  1. Rajang halus bawang merah dan iris cabe merah kritingnya. Masukan kornet, bawang merah yang sudah di rajang halus, irisan cabe merah beserta 3 telur ke dalam satu wadah (Mangkuk). Kocok adonan tersebut hingga tercampur semuanya, berikan garam dan lada sesuai selera.
  2. Rebus mie instan dengan kematangan yang cukup lalu ditiriskan. Campurkan bumbu mie instannya (Minyak,saus dan kecapnya tidak digunakan) dengan mie tersebut. Potong mie tersebut dengan gunting yang bersih agar tidak terlalu panjang. Kemudian masukan mie ke dalam adonan tadi lalu dikocok kembali, jika kurang bisa ditambahkan garam dan lada lagi.
  3. Siapkan teflon yang sudah diberi sedikit minyak goreng. Jika sudah panas, masukan adonan ke dalam teflon. Gunakan api sedang agar dalamnya internet pizza juga ikut matang. Jika dirasa sudah dicukup bisa dibalik ya, nah ini agak merepotkan tetap hati-hati untuk membaliknya agar tidak pecah bentuknya.
  4. Jika sudah matang, kita bisa tambahkan topping diatasnya dengan parutan keju maupun yang lainnya sesuai selera. Potong menjadi beberapa bagian dan kalian bisa menikmatinya dengan saus pedas.

Nah gimana teman? mudahkan membuat internet pizzanya, nggak salahnya loh kalian mencobanya di rumah dikala waktu sengggang. Salam, Twitter/Instagram @angga_purenda

         
Kamis, 11 September 2014

Mie Lethek “Mbah Mendes”

Cerita & Foto Oleh: Ph. Angga Purenda

           
Mie Lethek Goreng
Halo pembaca blog saya yang setia, kali ini saya akan membahas kuliner unik dari daerah Srandakan, Bantul, Yogyakarta yaitu mie lethek. Mie putih berwarna kusam (lethek) ini dibuat dari tepung tapioka yang dicampur gaplek dan kemudian dijemur di bawah sinar matahari. Mie ini dibuat tanpa pemutih serta bahan pengawet, terlebih lagi prosesnya masih sangat tradisional.
Nah untuk menikmati seporsi mie lethek seharga Rp.14.000 ini kita gak usah jauh-jauh ke Bantul kok. Kita bisa menikmati Mie Lethek Mbah Mendes di daerah ringroad utara, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Warung yang letaknya di jalur lambat ini menyediakan mie lethek baik goreng maupun godhok. Selain itu ada plencing yaitu mie dengan kuah manis, pedas dari cabe dan tambahan potongan tahu putih.

K.E.R.S Kitchen and Juice Bar

Cerita & Foto: Ph. Angga Purenda

           
Burger Gede (Budhe)
Awal tahu ada K.E.R.S yang lagi naik daun justru dari majalah kampus dan teman-teman yang sering check in lewat path. Menu yang bikin saya penasaran adalah budhe-nya (burger gede), maka itu saya langsung menyambanginya di Jl. Wahid Hasyim no.185 atau dari perempatan Outlet Biru kamu langsung jalan ke arah utara, letaknya di kiri jalan. Sampai disana saya memesan burger gede dengan extra keju dan brusechetta.
            Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya menu pesanan saya datang juga. Burger gede nya memang cukup besar dengan diameter sekitar 15 cm, apalagi dengan extra kejunya membuat burger ini nikmat di lidah sekaligus mengenyangkan bagi siapa pun yang memakannya. Memang burger gede menjadi menu andalan di K.E.R.S Kitchen and Juice Bar ini. Jadi kalau kalian datang ke tempat ini jangan lupa pesan burger gedenya yang dibandrol dari harga Rp.15.500-Rp.20.500.
Rabu, 20 Agustus 2014

Mochilok Jogja: Don't Judge A Mochi By It's Cilok



Cerita & Foto: Ph. Angga Purenda

Cilok Bakar BBQ Rp.3000/tusuk
            Yogyakarta tidak pernah habis-habisnya menyediakan berbagai pilihan kuliner unik yang patut untuk dicoba. Salah satunya adalah Mochilok Jogja, meskipun berasal dari Bandung tapi sudah membumi di negeri Mataram ini. Warungnya yang mungil terletak di depan Fakultas Teknik UNY atau tepatnya di daerah selokan mataram. Jika selama ini kita mengenal cilok hanya dinikmati dengan saus sambal, disini kita bisa mencicipi cilok bakar rasa baberque dengan tambahan saus sambal serta mayones yang yummy.

            Tak hanya menyediakan cilok bakar (Rp.3000/tusuk) saja, tapi juga ada es mochi serta kudapan seperti risoles. Maka itu saya memesan es mochi rasa strowberry (Rp.4500) , durian, black mochi, es bakar dan risoles keju (Rp.8000). Satu per satu menu saya cicipi mulai dari cilok bakar hingga risoles kejunya.
Jumat, 30 Mei 2014

Warung Makan Ika


Cerita & Foto: Ph. Angga Purenda

           
Udang hot plate Rp.11.000
Gak ada habisnya deh kalau kita mencari kuliner di gudeg ini, salah satunya warung yang berada di belakang Univ. Pembangunan Nasional di daerah Seturan. Walaupun warung ini kecil tapi jangan salah jika padat dengan konsumen yang rata-rata adalah mahasiswa. Nama warungnya saja cukup sederhana “Warung Makan Ika” , mungkin mbak Ika yang punya warungnya..hahaha. Tapi kalau soal rasa dari berbagai makanan yang disajikan sangat memanjakan lidah saya.

           
Rabu, 28 Mei 2014

Dari Kehujanan Sampai Ban Bocor

Cerita: Ph. Angga Purenda

           
Aktivitas di setiap senin pagi yaitu mengantarkan risoles
16 bulan sudah saya menjalani bisnis kuliner risoles di kota bersinar bersama ibu saya, tentunya banyak sekali pengalaman pahit manis yang saya alami. Salah satunya ketika melayani pesanan risoles dari teman-teman kampus di Univ.Atma Jaya Jogja setiap senin pagi. Ya, ini sudah menjadi rutinitas saya selama satu tahun belakangan ini untuk memanjakan lidah teman-teman kampus. Walaupun harus menempuh selama 60 menit dengan jarak Klaten-Jogja, tapi saya sangat menikmati aktivitas ini.
            Dulu awalnya hanya ditemani box yang hanya muat 9 paket risoles, dimana di dalamnya rata-rata memuat 30-45 pcs saja. Tapi semakin lama permintaan terus meningkat dan mau tidak mau harus ganti box biar memuat risoles yang lebih banyak. Akhirnya mengandalkan box yang besar dengan memuat 12 paket/box, dimana saya sering membawa 3 box ke Jogja. Sehingga bisa memuat total 36 paket dengan rata-rata 120-150 pcs bisa saya angkut setiap senin pagi.
           

wibiya widget