Copyright © Blue Flash
Design by Dzignine

RISOLERS KLATEN

Rabu, 20 Agustus 2014

Mochilok Jogja: Don't Judge A Mochi By It's Cilok



Cerita & Foto: Ph. Angga Purenda

Cilok Bakar BBQ Rp.3000/tusuk
            Yogyakarta tidak pernah habis-habisnya menyediakan berbagai pilihan kuliner unik yang patut untuk dicoba. Salah satunya adalah Mochilok Jogja, meskipun berasal dari Bandung tapi sudah membumi di negeri Mataram ini. Warungnya yang mungil terletak di depan Fakultas Teknik UNY atau tepatnya di daerah selokan mataram. Jika selama ini kita mengenal cilok hanya dinikmati dengan saus sambal, disini kita bisa mencicipi cilok bakar rasa baberque dengan tambahan saus sambal serta mayones yang yummy.

            Tak hanya menyediakan cilok bakar (Rp.3000/tusuk) saja, tapi juga ada es mochi serta kudapan seperti risoles. Maka itu saya memesan es mochi rasa strowberry (Rp.4500) , durian, black mochi, es bakar dan risoles keju (Rp.8000). Satu per satu menu saya cicipi mulai dari cilok bakar hingga risoles kejunya.
Jumat, 30 Mei 2014

Warung Makan Ika


Cerita & Foto: Ph. Angga Purenda

           
Udang hot plate Rp.11.000
Gak ada habisnya deh kalau kita mencari kuliner di gudeg ini, salah satunya warung yang berada di belakang Univ. Pembangunan Nasional di daerah Seturan. Walaupun warung ini kecil tapi jangan salah jika padat dengan konsumen yang rata-rata adalah mahasiswa. Nama warungnya saja cukup sederhana “Warung Makan Ika” , mungkin mbak Ika yang punya warungnya..hahaha. Tapi kalau soal rasa dari berbagai makanan yang disajikan sangat memanjakan lidah saya.

           
Rabu, 28 Mei 2014

Dari Kehujanan Sampai Ban Bocor

Cerita: Ph. Angga Purenda

           
Aktivitas di setiap senin pagi yaitu mengantarkan risoles
16 bulan sudah saya menjalani bisnis kuliner risoles di kota bersinar bersama ibu saya, tentunya banyak sekali pengalaman pahit manis yang saya alami. Salah satunya ketika melayani pesanan risoles dari teman-teman kampus di Univ.Atma Jaya Jogja setiap senin pagi. Ya, ini sudah menjadi rutinitas saya selama satu tahun belakangan ini untuk memanjakan lidah teman-teman kampus. Walaupun harus menempuh selama 60 menit dengan jarak Klaten-Jogja, tapi saya sangat menikmati aktivitas ini.
            Dulu awalnya hanya ditemani box yang hanya muat 9 paket risoles, dimana di dalamnya rata-rata memuat 30-45 pcs saja. Tapi semakin lama permintaan terus meningkat dan mau tidak mau harus ganti box biar memuat risoles yang lebih banyak. Akhirnya mengandalkan box yang besar dengan memuat 12 paket/box, dimana saya sering membawa 3 box ke Jogja. Sehingga bisa memuat total 36 paket dengan rata-rata 120-150 pcs bisa saya angkut setiap senin pagi.
           
Selasa, 29 April 2014

Lumpia Boom

Cerita dan Foto Oleh: Ph. Angga Purenda
           
           
Lumpia Boom tanpa nasi
Lumpia menjadi salah satu makanan khas yang banyak diburu para pelancong ketika berkunjung di kota Semarang. Berbagai macam variasi lumpia banyak ditawarkan untuk memuaskan konsumennya. Tapi kini di Yogyakarta, kita juga bisa menemukan makanan yang satu ini dengan sentuhan inovasi dari pemiliknya. Ini saya temui ketika mengunjungi salah satu outlet Lumpia Boom di daerah selokan mataram.
            Ketika melihat daftar menu, saya tertarik dengan salah satu variannya yang bernama lumpia boombastic. Tanpa basa basi lagi saya memesan lumpia tersebut dengan ditemani ice tea untuk melengkapi kuliner saya malam itu. Tak perlu menunggu lama, akhirnya pesanan saya lumpia boombastic datang juga. Lumpia tersebut berukuran lebih besar daripada yang kita jumpai selama ini dan disajikan dengan nasi, sambal, lalapan serta kremesan.

            Dalam gigitan pertama saya rasakan begitu renyahnya lumpia jumbo ini, terlebih lagi isi lumpia boombastic berupa daging, bakso dan sosis sehingga begitu nikmat di lidah. Sebenarnya kita juga bisa pesan lumpia tanpa nasi tapi justru disinilah sisi inovasi yang ingin ditunjukan. Menikmati lumpia jumbo bersama nasi, sambal serta lalapan yang ternyata juga gak kalah enaknya. So, buat teman-teman pecinta kuliner gak salahnya kalian memasukan lumpia boom sebagai list makanan yang patut dicoba saat di Yogyakarta.



Selasa, 28 Januari 2014

Segarnya Es Mie Telur



Satu porsi Es Mie Telur



Cerita & Foto: Ph. Angga Purenda

            Ketika menjalani magang di salah satu majalah lifestyle di Kota Solo selama 2 bulan, saya mendapatkan kesempatan untuk mengerjakan rubrik kaki lima. Rubrik kaki lima ini menampilkan semacam direktori kuliner di Solo dengan menampilkan 3 jajanan khas kaki lima setiap edisinya. Salah satunya jajanan kali ini yang akan saya akan bahas adalah Es Mie Telur
Jumat, 24 Januari 2014

Nikmatnya Soerabi Bandung Kang Sena



4 varian rasa serabi bandung

Cerita: Ph. Angga Purenda 
 Foto: Florentina Dicha K
            Ketika bosan menyantap makanan berat di malam hari, camilan bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengisi perut kosong kita. Kali ini saya ingin mengajak kalian untuk mencicipi camilan yang membuat kenyang di sekitar Jl. Gejayan/Affandi, Yogyakarta. Kuliner yang akan kita bahas ini adalah Soerabi Bandung Kang Sena.
Siapa yang tidak mengenal kuliner khas Solo ini telah mengalami modifikasi dalam penyajiannya. Dimana terdapat berbagai toping diatasnya yang lebih dikenal dengan sebutan Soerabi Bandung. Ketika saya bersama kakak sampai disana, kami memesan 4 macam varian serabi yaitu original dengan rasa gurih, nangka-coklat, jagung manis-keju-susu dan coklat-keju-kacang. Tak ketinggalan pula memesan minuman berupa 2 jeruk hangat untuk cepat melarutkan lemak disekitar mulut kita.
Kamis, 23 Januari 2014

Manisnya Ayam Bakar Genther


Satu porsi Ayam Bakar Genther

Cerita dan Foto: Ph. Angga Purenda

            Jika kita mau menelusuri setiap sudut di Kota Yogyakarta pasti ada saja kuliner dengan cita rasa yang begitu khas. Salah satunya adalah ayam bakar genther yang berada di belakang kantor Telkom Kota baru atau SMP N 5 Yogyakarta. Di balik warung tenda sederhananya terdapat ayam bakar yang begitu enak, sehingga tidak heran jika setiap harinya pelanggannya yang kebanyakan anak muda selalu memenuhi tenda berwarna kuning tersebut.
            Ketika saya bersama teman-teman datang kesana sempat kebingungan karena tidak ada tempat duduk yang tersisa. Sehingga kami berlesehan dengan tikar di trotoar. Menu yang ditawarkan oleh Mas Yanto sang pemilik ayam bakar tersebut antara lain ayam, lele, nila, bawal. tempe dan telur. Tapi ketika disana saya memesan ayam bakarnya yang menjadi primadonanya.

wibiya widget