Copyright © Blue Flash
Design by Dzignine

RISOLERS KLATEN

Kamis, 11 September 2014

Mie Lethek “Mbah Mendes”

Cerita & Foto Oleh: Ph. Angga Purenda

           
Mie Lethek Goreng
Halo pembaca blog saya yang setia, kali ini saya akan membahas kuliner unik dari daerah Srandakan, Bantul, Yogyakarta yaitu mie lethek. Mie putih berwarna kusam (lethek) ini dibuat dari tepung tapioka yang dicampur gaplek dan kemudian dijemur di bawah sinar matahari. Mie ini dibuat tanpa pemutih serta bahan pengawet, terlebih lagi prosesnya masih sangat tradisional.
Nah untuk menikmati seporsi mie lethek seharga Rp.14.000 ini kita gak usah jauh-jauh ke Bantul kok. Kita bisa menikmati Mie Lethek Mbah Mendes di daerah ringroad utara, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Warung yang letaknya di jalur lambat ini menyediakan mie lethek baik goreng maupun godhok. Selain itu ada plencing yaitu mie dengan kuah manis, pedas dari cabe dan tambahan potongan tahu putih.

K.E.R.S Kitchen and Juice Bar

Cerita & Foto: Ph. Angga Purenda

           
Burger Gede (Budhe)
Awal tahu ada K.E.R.S yang lagi naik daun justru dari majalah kampus dan teman-teman yang sering check in lewat path. Menu yang bikin saya penasaran adalah budhe-nya (burger gede), maka itu saya langsung menyambanginya di Jl. Wahid Hasyim no.185 atau dari perempatan Outlet Biru kamu langsung jalan ke arah utara, letaknya di kiri jalan. Sampai disana saya memesan burger gede dengan extra keju dan brusechetta.
            Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya menu pesanan saya datang juga. Burger gede nya memang cukup besar dengan diameter sekitar 15 cm, apalagi dengan extra kejunya membuat burger ini nikmat di lidah sekaligus mengenyangkan bagi siapa pun yang memakannya. Memang burger gede menjadi menu andalan di K.E.R.S Kitchen and Juice Bar ini. Jadi kalau kalian datang ke tempat ini jangan lupa pesan burger gedenya yang dibandrol dari harga Rp.15.500-Rp.20.500.
Rabu, 20 Agustus 2014

Mochilok Jogja: Don't Judge A Mochi By It's Cilok



Cerita & Foto: Ph. Angga Purenda

Cilok Bakar BBQ Rp.3000/tusuk
            Yogyakarta tidak pernah habis-habisnya menyediakan berbagai pilihan kuliner unik yang patut untuk dicoba. Salah satunya adalah Mochilok Jogja, meskipun berasal dari Bandung tapi sudah membumi di negeri Mataram ini. Warungnya yang mungil terletak di depan Fakultas Teknik UNY atau tepatnya di daerah selokan mataram. Jika selama ini kita mengenal cilok hanya dinikmati dengan saus sambal, disini kita bisa mencicipi cilok bakar rasa baberque dengan tambahan saus sambal serta mayones yang yummy.

            Tak hanya menyediakan cilok bakar (Rp.3000/tusuk) saja, tapi juga ada es mochi serta kudapan seperti risoles. Maka itu saya memesan es mochi rasa strowberry (Rp.4500) , durian, black mochi, es bakar dan risoles keju (Rp.8000). Satu per satu menu saya cicipi mulai dari cilok bakar hingga risoles kejunya.
Jumat, 30 Mei 2014

Warung Makan Ika


Cerita & Foto: Ph. Angga Purenda

           
Udang hot plate Rp.11.000
Gak ada habisnya deh kalau kita mencari kuliner di gudeg ini, salah satunya warung yang berada di belakang Univ. Pembangunan Nasional di daerah Seturan. Walaupun warung ini kecil tapi jangan salah jika padat dengan konsumen yang rata-rata adalah mahasiswa. Nama warungnya saja cukup sederhana “Warung Makan Ika” , mungkin mbak Ika yang punya warungnya..hahaha. Tapi kalau soal rasa dari berbagai makanan yang disajikan sangat memanjakan lidah saya.

           
Rabu, 28 Mei 2014

Dari Kehujanan Sampai Ban Bocor

Cerita: Ph. Angga Purenda

           
Aktivitas di setiap senin pagi yaitu mengantarkan risoles
16 bulan sudah saya menjalani bisnis kuliner risoles di kota bersinar bersama ibu saya, tentunya banyak sekali pengalaman pahit manis yang saya alami. Salah satunya ketika melayani pesanan risoles dari teman-teman kampus di Univ.Atma Jaya Jogja setiap senin pagi. Ya, ini sudah menjadi rutinitas saya selama satu tahun belakangan ini untuk memanjakan lidah teman-teman kampus. Walaupun harus menempuh selama 60 menit dengan jarak Klaten-Jogja, tapi saya sangat menikmati aktivitas ini.
            Dulu awalnya hanya ditemani box yang hanya muat 9 paket risoles, dimana di dalamnya rata-rata memuat 30-45 pcs saja. Tapi semakin lama permintaan terus meningkat dan mau tidak mau harus ganti box biar memuat risoles yang lebih banyak. Akhirnya mengandalkan box yang besar dengan memuat 12 paket/box, dimana saya sering membawa 3 box ke Jogja. Sehingga bisa memuat total 36 paket dengan rata-rata 120-150 pcs bisa saya angkut setiap senin pagi.
           
Selasa, 29 April 2014

Lumpia Boom

Cerita dan Foto Oleh: Ph. Angga Purenda
           
           
Lumpia Boom tanpa nasi
Lumpia menjadi salah satu makanan khas yang banyak diburu para pelancong ketika berkunjung di kota Semarang. Berbagai macam variasi lumpia banyak ditawarkan untuk memuaskan konsumennya. Tapi kini di Yogyakarta, kita juga bisa menemukan makanan yang satu ini dengan sentuhan inovasi dari pemiliknya. Ini saya temui ketika mengunjungi salah satu outlet Lumpia Boom di daerah selokan mataram.
            Ketika melihat daftar menu, saya tertarik dengan salah satu variannya yang bernama lumpia boombastic. Tanpa basa basi lagi saya memesan lumpia tersebut dengan ditemani ice tea untuk melengkapi kuliner saya malam itu. Tak perlu menunggu lama, akhirnya pesanan saya lumpia boombastic datang juga. Lumpia tersebut berukuran lebih besar daripada yang kita jumpai selama ini dan disajikan dengan nasi, sambal, lalapan serta kremesan.

            Dalam gigitan pertama saya rasakan begitu renyahnya lumpia jumbo ini, terlebih lagi isi lumpia boombastic berupa daging, bakso dan sosis sehingga begitu nikmat di lidah. Sebenarnya kita juga bisa pesan lumpia tanpa nasi tapi justru disinilah sisi inovasi yang ingin ditunjukan. Menikmati lumpia jumbo bersama nasi, sambal serta lalapan yang ternyata juga gak kalah enaknya. So, buat teman-teman pecinta kuliner gak salahnya kalian memasukan lumpia boom sebagai list makanan yang patut dicoba saat di Yogyakarta.



Selasa, 28 Januari 2014

Segarnya Es Mie Telur



Satu porsi Es Mie Telur



Cerita & Foto: Ph. Angga Purenda

            Ketika menjalani magang di salah satu majalah lifestyle di Kota Solo selama 2 bulan, saya mendapatkan kesempatan untuk mengerjakan rubrik kaki lima. Rubrik kaki lima ini menampilkan semacam direktori kuliner di Solo dengan menampilkan 3 jajanan khas kaki lima setiap edisinya. Salah satunya jajanan kali ini yang akan saya akan bahas adalah Es Mie Telur

wibiya widget