Copyright © Blue Flash
Design by Dzignine

RISOLERS KLATEN

Jumat, 10 Mei 2013

Mie Instan Disajikan Persis Bungkusnya



Cerita & Foto:  Ph. Angga Purenda
Mie Rebus Ayam Bawang
Mie instan sudah tidak bisa dipisahkan lagi dari masyarakat Indonesia sebagai bagian kuliner sehari-hari.. Memang soal cita rasanya sudah tidak perlu diragukan lagi, apalagi jika menyantap mie berkuah yang disajikan secara panas-panas disaat udara dingin.
Kali ini saya ingin berbagi pengalaman wisata kuliner di Yogyakarta yang berkaitan dengan mie instan. Namanya Mie Telap12, sajian kuliner yang memiliki slogan “Disajikan Persis Bungkusnya” ini memang begitu unik. Siapa sangka di warungnya yang terletak di Jl. Pandean 10B ini terlahirlah sebuah ide yang cerdas dari sebungkus mie instan. Mereka benar-benar mewujudkan mie instan persis dengan gambar bungkusnya.
Jumat, 19 April 2013

Mencicipi Mie Pelangi Lempuyangan


Oleh: Ph. Angga Purenda
Semangkuk Mie Ayam Pelangi (Foto:St. Wisnu)
            Selain dikenal menjadi kota pelajar, bagi saya Yogyakarta memberikan pilihan kuliner yang beragam. Salah satunya saya berkesempatan untuk mencoba mie ayam pelangi yang letaknya tak jauh dari stasiun kereta api lempuyangan Yogyakarta. Awalnya ketika mendengarkan nama tersebut terbayang dalam imajinasi saya mengenai warna-warni mie ayam yang akan disantap. Sehingga untuk membayar rasa penasaran saya terhadap kuliner ini diputuskanlah untuk mencicipi mie ayam pelangi ini bersama teman-teman.
            Ketika sampai disana saya memesan mie ayam pelangi komplit beserta jeruk hangat karena kebetulan malam itu suasananya dingin seusai hujan. Selagi menunggu pesanan saya datang, saya menaruh perhatian pada daftar menu yang menempel di dinding. Menunya antara lain seperti mie ayam pelangi bakso, mie ayam pelangi pangsit dan mie ayam pelangi telur. Selain itu tersedia juga es kelapa muda gula jawa, es dawet ayu dan es teler sebagai pilihan minuman untuk mendampingi menu utamanya.
Kamis, 14 Februari 2013

Valentine Tiba, Apa Keinginan Wanita?

Boneka sering kali menjadi bingkisan pilihan untuk wanita di saat hari valentine

Oleh: Ph. Angga Purenda
Bagi anak muda, Hari Valentine sering kali dijadikan momen untuk mengungkapkan perasaannya kepada orang yang dicintai. Bentuknya pun beragam mulai dari sekedar memberikan coklat, boneka hingga bunga mawar yang begitu romantis. Membuat puisi dengan barisan kata-kata puitis terkadang juga diselipkan saat momen kasih sayang itu tiba.
Namun yang menjadi masalah adalah ketika pria tidak memahami keinginan wanita disaat hari valentine tiba. Karena wanita adalah mahluk yang unik dan ingin dimengerti, maka  sebenarnya wanita mengidamkan tindakan yang spesial dari pasangannya. Apa yang kita berikan belum tentu menjadi keinginan wanita yang selama ini dimimpikan. Lantas apa sih yang selama ini diidam-idamkan oleh wanita dari pasangannya disaat hari valentine?
Selasa, 12 Februari 2013

Membangun Usaha Kecil Kuliner


Lewat kudapan lezat ini, saya belajar menjadi usahawan muda
Oleh: Ph. Angga Purenda

Baru 1 bulan ini saya bersama orang tua merintis sebuah usaha kecil khususnya dibidang kuliner. Usaha kuliner ini berupa kudapan lezat yang sudah populer di kalangan masyarakat yaitu risoles. Sebelumnya saya sudah mempersiapkan modal dengan menyisihkan uang jajan selama satu semester ketika aktif kuliah. Ditambah pula modal dari orang tua membuat usaha ini tidak ada permasalahan pada permodalan.
Tahap selanjutnya mengenai pembagian tugas antara saya dan orang tua sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing. Jika orang tua lebih mengurusi produksi, keuangan serta karyawan sedangkan saya pada penjualan, promosi sekaligus berperan menjadi Public Relations (PR). Meskipun usaha yang kami bangun ini masih kelas “Gerobak” tapi kita mengelolanya secara profesional mungkin.
Rabu, 06 Februari 2013

Gara-Gara Termuat di Kompas Kampus

Tulisan Argumentasiku Pada Rubrik Kompas Kampus (27/11/2012)

Oleh: Ph. Angga Purenda

Siapa sih yang tidak mau jika tulisan kita termuat di surat kabar harian (SKH) daerah maupun nasional. Saya sebagai mahasiswa yang mengambil kosentrasi jurnalisme tentunya juga memimpikan hal tersebut. Dulu awalnya menginginkan tulisan saya dapat termuat di SKH di daerah seperti koran Tribun Jogja dan Kedaulatan Rakyat. Tapi keraguan selalu menyelimuti langkah saya untuk memulai menulis karena takut jika tidak diterima oleh redaksi.
Hingga akhirnya saya memberanikan diri untuk mengirimkan tulisan saya di rubrik kompas kampus dengan tema “Saatnya Mengembangkan Potensi dengan Berwirausaha”. Di waktu yang bersamaan pula saya sebenarnya sedang mengerjakan tugas peliputan untuk majalah kampus. Dimana salah satunya membahas pilihan mahasiswa untuk berwirausaha.
Kamis, 20 Desember 2012

Ibu Penjual Sate Kere, Antara Tradisi dan Uang Jajan

Foto Bersama Ibu Maduratna di arena sekaten Yogyakarta

Oleh: Ph. Angga Purenda
Ibu-Ibu separuh baya ini menjajakan sate kere di pasar malam Yogyakarta. Baginya menjual sate kere sebagai upaya pelestarian tradisi sambil mencari uang jajan. Bagaimana dengan kehidupannya?
Maduratna (54) dan suaminya, Budiharjo (64), malam itu terlihat menjajakan sebuah makanan khas yang digemari oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X di arena pasar malam Yogyakarta.  Mereka menawarkan sate kere yang berasal dari lemak daging sapi, kemudian ditusuki dan dibumbui dengan cita rasa yang khas. Tetapi tidak hanya sate kere saja yang ditawarkan, ada juga sate usus dan sate telur puyuh sebagai pendampingnya.
Sabtu, 29 September 2012

Risoles Daging Asap Mayones


Cerita dan Foto Oleh: Ph. Angga Purenda

Nikmatnya Risoles Daging Asap Mayones
            Tahun ini rainbow cake memberikan pesonanya bagi setiap orang yang ingin mencobanya. Tentu warna-warni yang menariklah menjadi daya tarik utama dari roti ini. Sehingga jangan heran jika banyak orang ingin mencicipi roti pelangi ini. Bosan dengan rainbow cake, kali ini saya ingin memberikan alternatif kuliner lainnya. Risoles daging asap mayones namannya, sebuah kuliner yang tentunya patut untuk dicoba.
            Berawal dari usaha dalam keluarga saya, tercetuslah sebuah ide untuk melahirkan varian menu baru sebagai pilihan bagi pemesan. Awalnya hanya sekadar mencoba mempratekan resep pada sebuah koran khusus memasak. Kemudian dipromosikan dengan menghidangkan di acara keluarga hingga arisan ibu-ibu disekitar rumah. Bak bintang populer, risoles yang renyah ini mendapatkan  penggemarnya di hati para konsumen.
            Kepopulernya terus berlanjut dengan banyaknya pemesan untuk risoles daging asap mayones ini. Terakhir, usaha yang dikepalai oleh orang tua saya ini mendapatkan pemesanan risoles sebanyak 300 biji. Sebenarnya pemesan menginginkan lebih dari 300 biji, tapi karena ketidaksanggupan untuk melayani maka hanya bisa membuatkan 300 biji saja.
Pengalaman menarik lainnya, ketika mengikuti bazar di sekitar lingkungan rumah, risoles ini bisa habis dalam hitungan menit saja. Karena ibu-ibu sudah menyerbu rumah saya untuk memesan terlebih dahulu sebelum dibawa ke tempat stand bazar. Alhasil risoles daging asap mayones ini sudah ludes dahulu sebelum dibawa ke tempat bazar.
Risoles ini berisikan daging asap, telur dan mayones yang memiliki cita rasa tersendiri. Untuk kulit luarnya berasal dari kocokan telur dan dilumuri tepung pangko , sehingga menambah kerenyahan dari sang risoles ini. Melelehnya mayones dari risoles ini juga menambah kenikmatan ketika kita menggigitnya.
Dengan harga terjangkau per-biji ini, siapa yang tidak tergoda untuk membeli dan mencicipi kuliner yang satu ini. Namun sayang risoles daging asap ini hanya baru tersedia di Kota Klaten, lebih tepatnya dalam usaha keluarga saya dan bersifat pemesanan saja. Semoga kedepannya risoles daging asap ini dapat dikembangkan lagi sehingga banyak masyarakat yang dapat mencicipi kuliner ini.#BlueFlash

wibiya widget